Arsip untuk ‘Catatan Harian’ Kategori

Post

Something from Deepak Chopra

In Catatan Harian on 27 Januari 2009 oleh manikmaya

Aku dapat menutup mata dengan tangan,

dan tidak akan pernah melihat jiwaku.

Ini seperti menjalani sebuah hari penuh awan,

ketika kau benar-benar tak melihat matahari.

 

Aku dapat melihat jiwaku sekilas. Ini seperti berbaring

di bawah pohon dan melihat matahari dari sela dedaunan.

 

Aku dapat melihat jiwaku sepanjang waktu.

Ini seperti melihat matahari,

tanpa ada yang menghalangi pandangan.

Post

We Will Not Go Down!

In Agama, Catatan Harian, Life, Politik on 16 Januari 2009 oleh manikmaya

Lagu buat gaza yang bisa anda nikmati disini,

pokonya Speechles kalo denger lagu ini…

WE WILL NOT GO DOWN

(Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Post

Fokus…fokus dan fokus!

In Catatan Harian on 10 November 2008 oleh manikmaya

ngak tau akhir-akhir ini saya merasa kurang fokus dengan segala pekerjaan yang saya geluti, terasa mengambang aja rasanya, saya merasa tidak ada dimana-mana sekaligus juga ada dimana-mana. bahkan untuk menulis di blog saja terasa sulit. entahlah setelah melepas pekerjaan di sukabumi saya merasa kembali tidak fokus terhadap rencana-rencana dan masa depan saya,..ada banyak hal yang  kemudian membuat saya kembali merasa jumud dengan aktivitas yang kadangkala cukup menyebalkan..bahkan hampir 2 minggu ini saya tidak pernah menengok blog tercinta ini(lupakan juga dunia perchating-an hehe) ..mau nulis bingung..apa yang mau di tulis..alhasil saya oprak oprek teu pararuguh…dari rencana bikin antena kaleng wifi buat internet gratisan sekaligus bikin rtrw net alias hotspotan, buat situs dengan menggunakan CMS Joomla ( liat situs http://sangmanikmaya.co.cc ) yang masie under contruction, buat buku tentang  ubuntu yang masie juga berjalan setengahnya, trus bikin naskah 14 buku tentang komputer buat anak SD n SMP..dan seabreg lagi PR kehidupan yang menanti saya

hasilnya ternyata saya nihil..alias belum kelar semua itu,..ah nanggung amat neh hidup. problem terbesar saya adalah ternyata diri saya sendiri. fokus…fokus dan sekali lagi fokus!!..itulah kekurangan saya. saya kurang fokus terhadap sebuah persoalan, terkadang kalo org sunda bilang mah sok ngarawu kusiku. ingin semua pekerjaan diraih..hasilnya saya tidak mendapatkan apapun.. nah dari kasus itu saya merenung dan berpikir untuk kembali menumbuhkan fokus dalam hidup saya. semua kekacauan ini memang mesti diakhiri saya harus kembali fokus dengan jalan yang telah saya pilih..saya mesti kembali menumbuhkan semangat itu lagi…semangat untuk fokus pada arah dan mimpi yang ingin saya raih…

mungkin benar kata-kata itu, perjuangn terbesar ternyata adalah perjuangan melawan diri sendiri. melawan kemalesan dan ketidakkonsistennan,..melawan kekerdilan dan kejumudan…ada saatnya memang saya harus berhenti dan ada saatnya saya harus kembali lagi melanjutkan perjalanan hidup saya ini..terus kembali mengalir seperti air yang menemukan muaranya…diantara banyak pilihan dan juga keyakinan yang mesti saya pilih. saya harus fokus!! itulah jawabannnya

hmm…minggu kemaren saya menemukan sebuah lagu (liriknya sudah saya tulis di blog ini, I love Daniel Sahuleka songs),..ya sedikit romantis tetapi begitu inspirasional bagi saya…bukan hanya soal cinta saja yang saya makanai tetapi juga soal waktu. waktu itu akan senatiasa berlalu dan saya harus kembali berjalan diatas waktu itu tanpa kehilangan momentum sedikitpun, sebuah kesempatan mesti saya raih dan ambil..saya harus fokus dengan apa yang saya miliki kelebihan dan kekurangannya.. saya adalah saya (hehe..narsis) but its true, kayaknya saya mesti mulai mengatur ritme dan gerak hidup saya agar kembali normal ….

semoga

Don’t sleep away this night my baby
Please stay with me at least ’till dawn
It hurts to know another hour has gone by
And every minute is worthwhile
Oh, I love you..

Cigadung 10 Nopember 2008

Post

Don’t Sleep Away The Night

In Catatan Harian on 4 November 2008 oleh manikmaya

Daniel Sahuleka

Tomorrow’s near, never I felt this way
Tomorrow, how empty it’ll be that day
It tastes a bitter, obvious to tears to dried
To know that you’re my only light
I love you, oh I need you
Oh, yes I do

Don’t sleep away this night my baby
Please stay with me at least ’till dawn
It hurts to know another hour has gone by
And every minute is worthwhile
Oh, I love you

How many lonely days are there waiting for me
How many seasons will flow over me
’till the motions make my tears run dry
at the moments I should cry
for I love you, oh I need you
Oh, yes I do

Don’t sleep away this night my baby
Please stay with me at least ’till dawn
It hurts to know another hour has gone by
And every minute is worthwhile
It makes me so afraid

Don’t sleep away this night my baby
Please stay with me at least ’till dawn
It hurts to know another hour has gone by
The reason is still I love you

Post

You Make My World So Colourful

In Catatan Harian on 4 November 2008 oleh manikmaya

Daniel Sahuleka

morning sun shines in our room
now that gloom will back in two
automn start just ‘day with a smile and last on my beautyful love one
whose lying besides me

you’re so far away in your sleep
who can tell what dream you may dream
you dont know that i was drawing with my finger on your sweet young face.
makes a meaning words

Reff :
you make my world so colorful … I’ve
never had it to good
my love, I.. thank you for all the love u gave… to me… (2x)

like a summer breathe so soft
like a rose you bring me near
and i kiss ur lips so sweet
soft like a rain and
gentle winds the morning dew in may

though they said that i was wrong
but thanks god my will so strong..
I got you in the palm of my hand
every day they try to put me on
but I love that those who try
to heard our love

back to reff*

lagu ini keren banget dweh pokoknya dalem bangets…so romance

Post

Kemilau jingga di merahnya senja…

In Catatan Harian, Filsafat, Life, Satra on 25 September 2008 oleh manikmaya

hmm..begitu sulit untuk menulis, lama juga tak posting di blog . ada semacam kekangenan untuk menulis kembali. namun saya merasa tidak punya apapun untuk dituliskan. header tulisan ini mungkin terlihat sedikit gagah ato barangkali terlihat sedikit puitis. entahlah saya hanya menulis header sesuai keinginan saja, entah itu relevan dengan isi tulisan? saya tidak tahu…toh ini hanya sebuah header bukan sebuah hal yang mesti diperdebatkan…saya hanya ingin menulis dan saya yakini setiap penulis memiliki kebebasan untuk menuangkan kreasi yang ditulisnya sesuai dengan keinginan, lepas dari relevan atau tidaknya isi header dengan tulisan tersebut.

Saya jadi teringat  dulu dengan sebuah buku yang menurut saya sangat unik dan kreatif. judul buku itu adalah Vagina Kosong. hmm..saya tertarik dengan buku itu bukan karena persoalan judulnya yang berjudul Vagina (maaf), tetapi ketertarikan saya ini dilandasi oleh ketertarikan saya pada sebuah  buku puisi yang pada waktu itu ramai dibaca dan diperbincangkan oleh kaum feminis. Vagina Monologue, setidaknya itu adalah sebuah ekpresi feminis mengenai identitas dan jatidiri perempuan yang diperlambangkan dengan organ genital yaitu vagina.  hmm..kembali ke buku vagina kosong yang saya peroleh..dari teman saya dulu yang seorang aktivis PMII, saya justru kagum dengan apa yang ada dibuku itu,.. buku itu ternyata benar- benar kosong..tidak ada tulisan apapun kecuali sebuah header ;

buku ini kosong, silahkan anda tulis sendiri isi buku ini…

hahaha..saya ngakak ketika baca tulisan itu, saya buka semua keseluruhan halaman dibuku itu..ternyata benar-benar kosong saudara saudara..tapi it’s amazing menurut saya, kreatif…memang sejatinya menurut saya pribadi untuk menyampaikan sebuah pesan atau sebuah hal yang ingin kita sampaikan ngak perlu juga nulis sebuah hal yang macam-macam, atau tidak perlu juga kita pikirkan relevan enggaknya tulisan itu…toh pada akhirnya karya itu sebagai sebuah hal yang fenomenologis akan berbicara sendiri…, bukankah kekosongan adalah sebuah hal yang eksis??  dan silahkan menafsirkan kekosongan dengan pikiran anda masing-masing. seperti halnya tulisan ini “Kemilau jingga di merahnya senja..” silahkan definisikan atau pikirkan oleh anda arti ” kemilau jingga di merahnya senja..”.

akan ada berbagai macam deskripsi dan definisi yang anda berikan terhadapnya..dan saya merasa itu sah-sah saja. masing-masing individu berhak menilai, mengapresiasi bahkan menghakimi sebuah teks..karena teks itu meski mati…ia akan senantiasa ada pada aras konteks yang dijalaninya. saya jadi inget kata Nietszche..” Tak ada fakta,..yang ada hanyalah tafsir!!”.  jadi silahkan anda menafsrkan tidak ada larangan toh ini bukan sebuah teks kitab suci. meskipun saya sebagai pribadi meyakini, bahkan sebuah teks kitab suci itu sendiri adalah sebuah hal yang bersifat multi tafsir..dimana orang dengan berbagai kapasitasnya bisa menafsirkan sendiri teks itu..toh pintu bagi menafsir dan berijtihad itu tidak pernah tertutup. karena sejatinya kebenaran akan selalu ada dalam tiap masa.

Saya lantas jadi teringat pada film Laskar Pelangi yang minggu kemaren saya tonton dengan seorang teman, mhh..nice movie saya pikir, saya tau bahwa membuat film dari sebuah novel akan sangat sulit..masalahnya ada pada bentuk tafsir itu tadi,..sulit sebenarnya untuk mendeskripsikan sebuah teks ke dalam bentuk gambar apalagi dibatasi oleh durasi waktu..tapi bagaimanapun saya mengapresiasi karya itu. sebagai tafsir terhadap sebuah teks, saya pikir film itu berhasil menghadirkan pesan yang ingin disampaikan oleh novelnya…

tafsir terhadap sebuah teks, karya, atau pemikiran  tak ubahnya sebuah kemilau di merahnya senja..(haha…nyambung ngak?)..sebuah keberanian dalam menafsir adalah sebuah kemilau,..sebuah hal yang patut diapresiasi oleh siapapun..pada akhirnya teks itu akan berbicara dengan sendirinya seperti halnya  sebuah Kemilau di merahnya senja…

Post

Illuminata

In Catatan Harian, Life, Satra on 25 September 2008 oleh manikmaya

Kadang tidak bijaksana tahu terlalu banyak

Hidup penuh kesenangan yang menimbulkan rasa haus bukan?

Percuma saja berfikir baik maka aku berhenti berfikir baik

Terkadang bias antara realita dan drama

Hidup adalah sepotong adegan dari sebuah drama

Terkadang cinta membuat kita gila

Gilakah bila kita terlalu mencintai?

Ketika aku terjaga aku menangis pada mimpi lagi

Aku ingin Mengubah momen menjadi sesuatu yang berfijar

Aku diajak berdialog dengan realita

Dengan diriku sendiri

Dalam perjalananku

Cinta adalah eksistensi

Aku bisa berubah

Aku akan berubah!

Cinta membuat kita diam

Merasakan kehangatan dalam sepi

Mengggetarkan jiwa yang terluka

Cinta adalah perasaan terdalam yang dapat menyatukan kita dalam waktu

Kebebasan yang sebenarnya adalah tidak memiliki kesombongan

Aku mengingatmu disini istriku, aku mencintaimu!

Aku bisa merasakanmu

Aku tahu

Merasakan lembut kulitmu

Aku ingin menyentuhmu

Tidak ada Aku!

Tidak, Bukan Kau!

Kita hidup dari satu panggung ke panggung yang lainnya

Dunia adalah komedi bagi orang yang berpikir

Dunia adalah tragedi bagi orang yang merasakan

Aku tahu

Aku tak mampu mencintaimu

sedalam yang mampu kau lakukan!

Aku ingin pergi bersama angin

Aku hanya ingin pergi kedepan

Melangkah kedepan

Dengan pasti

Bahwa ku mencintaimu

Walau kutahu

Aku takkan mampu memilikimu

Setiap jam dalam hidup punya nilai tersendiri

Kau adalah temanku,istriku, hidupku!

Aku lahir tak sempurna

Dididik tak sempurna

Dipelihara tangan-tangan tak sempuna

Bila kau mencari orang yang tak sempuna

Akulah orangnya

Bila kau mencari orang yang mencintai orang tak sempuna lainnya

Akulah orangnya!

(From movies, Illuminata, Transtv)

Post

Pagi di bulan juli (2)

In Catatan Harian, Life on 25 September 2008 oleh manikmaya

Pagi dingin yang membalut sepi, kulangkah kaki menuju sebuah warung kopi. entahlah malam ini aku sulit tidur. serasa ada yang menggantung dipikiranku, dan aku pun tak tahu itu?. Ditepian jalan ketemukan tempat itu..tempat aku biasa malem-malem (kalo imsomniaku kambuh) menghabiskan waktu dengan nongkrong dan minum segelas kopi pahit, ditemani beberapa batang rokok, dan beberapa potong gorengan bala-bala (huhuy…bala-bala dwehh). ½ empat pagi, waktu menunjukan, ah masih terlalu pagi emang, aku terdiam.. kukepulkan asap rokokku keatas membentuk gumpalan asap serupa awan. Kulihat kemana perginya kepulan itu..perlahan dia naik…keatap terus naik keatas dan lalu lenyap ditelan udara…kulakukan itu berkali-kali, hingga tak terasa 2 batang rokok kuhabiskan. Tempat itu sunyi..sesunyi nuansa hati yang saat ini kurasakan. Emh..kopi sudah habis setengah gelas, gorenganku sudah habis 4..aku maseh termangu disana, menerawang kealam bayang yang tak kunjung padam. Hanya suara seseorang yang mampu membuyarkan lamunanku saat itu,..suara itu suara perempuan, sungguh merdu kurasakan suaranya dikeheningan

” punten kang,..bade pesen mie rebus”..suara perempuan itu mengagetkan. Rupanya itu ditujukan ke siakang penjual mie rebus itu.

“ough…mangga neng”..kata si akang

Aku menoleh padanya,..menoleh kearah suara barusan, melihat sepintas perempuan itu. Ehm cantik juga pikirku.

Perempuan itu melempar senyum padaku,…sebuah senyum yang menggoyang pendulum, ..dag dig dug hati sedikit kurasakan., kemudian perempuan itu duduk disampingku. Ehm,…aku diam mematung, mencoba melanjutkan aktivitas tadi yang aku lakukan, kali ini lebih pelan. .

Ku toleh lagi kesamping kananku, tempat dimana perempuan itu duduk, hmm.. aku menatapnya, dia diam..tiba-tiba dia menoleh padaku dan menatap wajahku.

Untuk sesaat kami saling tatap, hmm..pipiku memerah.. aku jadi merasa sedikit malu, karena ketauan sedang menatapnya,..tatapan lembutnya membuat aku terdiam.sementara jantungku berdegup kencang, kembali dia tersenyum padaku..uh…senyum yang meruntuhkan hati (hehehe…) aku membalas senyumnya. Ingin rasanya aku menyapanya,..tapi keberanianku belum muncul. Kami-kami sama terdiam,…hingga akhirnya kuberanikan diri menyapanya?…mhh

” bade angkat kamana teh?” aku memulai pembicaraan…perempuan itu menoleh padaku lagi, kembali senyum mengembang di bibirnya..

“mmhh..bade damel kang,” dia menjawabku lembut

“ough damel,.. meni nyubuh atuh teh, emang damel dimana?” aku bertanya lagi padanya

” ah biasa abdimah buburuh kang,…damel di kahatek” jawabnya

“ough..”..aku terdiam, namun benakku dipenuhi pertanyaan, hmm.. sepagi inikah dia berangkat kerja? Tak salahkah itu, jam 4 pagi?..

” biasa kang shift pagi” dia melanjutkan, seolah tahu apa yang aku pikirkan..

“ough..emang lebet tabuh sabaraha shift pagi?” aku bertanya lagi mencoba bersikap empati padanya

“tabuh setengah lima kang!” dia menjawab

” mangga ah neng di leet mie na” suara si akang penjual mie memotong pembicaraanku dengan perempuan itu.

” ough mangga kang, ditampi” jawab perempuan itu..

” mangga atuh kang..ngaleet heula nya”..perempuan itu menawariku..

” ough, mangga,..mangga” aku mempersilahkan

Aku tak mau mengganggu lagi dengan pertanyaanku, kasihan pikirku, mungkin itu sarapan pagi pertamanya. Aku kembali melanjutkan aktifitas merokokku, sambil sekali-kali melihat perempuan itu yang lagi makan. Nampaknya emang dya laper banget..kuperhatikan itu.

Pikirku menerawang, sepagi ini perempuan ini harus pergi berangkat kerja, sungguh sebuah hal yang mengundang empatiku. disaat orang lain masih lelap tertidur siteteh yang cantik ini sudah memulai harinya untuk berangkat kerja,..sebuah waktu kerja yang menurut pendapat pribadiku tidak normal. Ehm, tapi inilah realitanya hidup memang, sebuah hal yang tidak bisa aku tolak..demi sebuah perjuangan untuk hidup dia mesti bekerja dengan jadwal yang ditentukan oleh perusahaan itu.

Si Teteh bukan hanya seorang saja yang merasakan hal itu, tapi ratusan bahkan ribuan perempuan mengalami nasib yang sama. Kerja sebagai buruh kontrak yang memiliki waktu kerja hampir tidak terjadwal, sedih juga sebenarnya melihat kondisi kaum perempuan itu, memang kurang beruntung. Ada yang shift malem atao bahkan shift pagi sekali seperti siteteh cantik ini. Entahlah saya berpikir kadang emang dunia kerja itu tidak manusiawi, dengan berbagai alasannya para pengusaha kadang memperlakukan pekerja dengan seenak hatinya. Mmh.. suatu kondisi yang memprihatinkan memang, para kapitalis penguasa itu telah melakukan penindasan dan memperlakukan pekerjanya layaknya sebuah mesin,..mereka tak lain adalah sekrup-sekrup dari mesin uangnya kapitalis…hmm menyedihkan memang, sementara aku sendiri belum mampu berbuat apa-apa. Hanya sekedar meratapi dan mengurut dada.

Daerah rancaekek dan parakanmuncang memang adalah daerah urban, tempat berjubelnya pekerja industri (buruh pabrik). Sejak industrialisasi dimulai awal 90-an di daerah ini , maka bermunculanlah pekerja-pekerja dari berbagai daerah mengadu nasibnya disini. Dengan atau tanpa skill yang cukup mereka memaksakan bekerja. Hingga munculah kebijakan yang menurut saya cukup menggelikan dan juga tidak manusiawi. Kebijakan untuk menerapkan sistem kerja outsourching yaitu mempekerjakan tenaga kerja kontrak telah menyebabkan keuntungan yang luar biasa dipihak pengusaha. Pelaksanaan kebijakan ini bahkan dilakukan secara massif semua pekerja sekarang sisitemnya outsourcing (alias kontrak). Dengan sistem ini maka yang diuntungkan adalah pengusaha yang tidak perlu repot repot memikirkan dana pesangon kalo kontrak selesai atau phk muncul, tidak perlu repot-repot juga menyediakan uang THR, sementara para pekerja disedot habis-habisan tenaganya untuk kepentingan penguasaha itu. Tapi anehnya memang saat ini dengan kondisi seperti itu, bukanya berkurang bahkan justru kedatangan para pekerja/buruh industri disni tiap tahunya terus meningkat. Kondisi ekonomi memang menyebabakan semua orang lantas berpikir untuk bekerja apa adanya dan mau menerima kondisi yang ada walaupun dalam keadaan ketertindasan yang mereka rasakan..

Rancaekek di pagi hari tak ubahnya desingan suara mesin-mesin pabrik yang memecah sunyi…

dan saya bersyukur saya bukan bagian dari sekrup-sekrup yang menjalankan mesin itu, walapun tetap saja saya memiliki beban yang mungkin sama banyaknya dengan mereka.

Terimakasih ya Allah

Alhamdulillah

Parakanmuncang, Catatan sebuah pagi di bulan juli…

Post

Rektoverso…

In Catatan Harian on 25 September 2008 oleh manikmaya

“kenapa ya, kita harus berkaca dengan realita?
Seperti arus balik..
Padahal sungguh, aku hanya ingin soliton..
Yang tenang dan tak terurai..
Lazarus ku melesat, meninggalkan mayapada..”

(bagian paragraf ini aku mengutip dari seorang teman)
Relativitas Einstein atau teorinya Hawkings, entahlah!
Yang kutau adalah tidak pernah ada pengulangan,
Yang ada ialah yang nyaris sama.
Tapi, entah kenapa senantiasa kutemui,
Menunggu dan mencari.

Memang tak ada pengulangan.
Karena itu ia disebut momentum.
Tak perlu ada pencarian,
Rektoverso bisa jadi jawabannya.

Ini adalah hati yang kubicarakan.
Apakah ia butuh avatar?
Ataukah cukup ia sendiri menjadi minerva?
Labirin ini terlalu rumit..sungguh.

Hati searusnya tidak menjadi apa-apa
Ia murni.
Juga sangat sederhana.
Cermin adalah peran terbaik baginya.
Makhluk selalu menciptakan polusi apapun bentuknya.
Tapi haruskah?

Pernahkah engkau membawa sebuah anak panah?
Dan kau sendiri yang menancapkannya?
Ilusikah hinggá kau sendiri yang melakukannya?
Dimana udara yang seharusnya bekerja?
Hm, lembab.

# Pernahkah kamu merasa
waktu mendadak lenyap,
tapi bumi tetap berputar?
# Pernahkah kamu merasa
tidak dimana-mana,
sekaligus ada di mana-mana?

sadarkah, kalau engkau pernah mengondisikan
Dirimu menjadi suatu tanda tanya bagi seseorang.
Coba diingat kembali.

Sepertinya tidak.
Tapi aku ragu.
Memori itu residu dan aku takkan pernah menjadi tempat sampah
Bahkan untuk diriku sendiri.
Tapi aku percaya,
Kita selalu terhubung satu sama lain.
Percayakah kamu?

Entahlah.
Sekali lagi, ini seperti dejavu.
Aku rasa, engkau adalah siluet lembayung
Yang gambarnya sempat kupigurakan dulu.
Lalu tiba-tiba ada yang membawanya.
Aku tertegun, diam..

Ini ada sebuah posting bagus di blognya temen,..sebuah puisi yang kondisinya mirip2 sama kondisiku..

sowry ya repost punya orang. tapi gpp dweh bagus dan keren koq ;) )

Post

Perempuan dalam cermin…

In Catatan Harian, Life, Satra on 25 September 2008 oleh manikmaya

Perempuan itu pergi. Kemana langkahnya aku tak tahu. aku memang sempat cemburu dengan kebebasannya. tapi kemudian aku sadari aku tak berhak apa apa padanya. Dia bebas untuk menentukan pilihan kemanapun dia pergi, dengan siapa, dan apa yang dilakukan. Toh siapa aku baginya?. Aku hanya seorang teman dan hanya sebatas teman tidak pernah lebih dari itu. Dan bagiku saat ini cukup arif rasanya bila aku berteman tanpa pamrih.

Mungkin saat ini yang bisa aku lakukan hanya mencoba memahaminya. Dan bagiku itulah proses pembebasannya. Memahami!

Walapun terkadang harus diakui aku terkadang susah untuk memahami, dan pemahamanku terhadapnya terbatas pada apa yang nampak dan hadir di inderaku

Aku teringat kata-kata itu “ laki-laki adalah tanda seru!, perempuan adalah tanda tanya?”

Mungkin itulah yang kurasakan pada sosoknya tanda tanya dan misteri tersembunyi. Sulit untuk ditebak dan sulit untuk dipastikan. Terkadang dia kokoh, kuat dan teguh tapi pada saat-saat tertentu dia lembek, cengeng dan juga manja.

Entahlah seakan itu menyatu dan aku bias dalam menentukan.

Dia datang sesaat lalu pergi lagi. Dan hanya sesaat itulah yang bisa aku coba pahami darinya.

Seperti sore ini, dia datang menghampiriku dengan wajah lesu dan capai. Ia nampak letih, kulihat itu dari aura tubuhnya.

Aku coba menerka apa yang tengah terjadi padanya. Mungkin saat ini dia lagi sakit pikirku, atau mungkin dia sedang bingung. Atau,….atau,..

Ah itulah sulitnya bila aku menerka-nerka. Dia menghampiriku dan diam disampingku mematung tak bicara. Sorot matanya nanar. Aku pun hanya diam mencoba tak mau memulai percakapan dengannya. Sekitar sepulah menit lamanya kami sama-sama diam.

Aku sendiri menerawang, pikirku dipenuhi berbagai pertanyaan? Sungguh aku saat ini sulit untuk membedakan dengan dirinya yang kemarin kulihat di stasiun, saat kami mau berpisah. Dia tegar, kokoh, sorot matanya tajam menembus, dan ceria.

“aku pergi!, sampai jumpa besok” kata itulah yang kemarin dan saat ini dia ucapkan padaku dalam nuansa yang berbeda. Antara kebahagian dan kesedihan

aku kaget, dan juga bingung sekaligus. Hingga aku hanya diam mematung menyaksikan ia pergi meninggalkanku sore ini.

Pertemuan singkat itu kembali terulang pagi ini ditempat biasa kami bertemu. Kali ini aku datang menghampirinya mencoba menyapanya lebih dulu.

“hai!, kamu bagaimana kabarnya?baik?” dia menyapaku lebih dulu dengan senyum lebar dan hangat di mukanya. Aku terdiam…>>>