<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk </title>
	<atom:link href="http://manikmaya.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manikmaya.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Jun 2009 17:42:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Perempuan dalam cermin&#8230; oleh endah</title>
		<link>http://manikmaya.wordpress.com/2008/09/25/perempuan-dalam-cermin/#comment-38</link>
		<dc:creator>endah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 17:42:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://manikmaya.wordpress.com/?p=100#comment-38</guid>
		<description>hmmmmm. what alive.. mirip ko ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmmmm. what alive.. mirip ko ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Dialektika..(ehm..cuma diskus aja neh!) oleh endah</title>
		<link>http://manikmaya.wordpress.com/2008/06/18/dialektikaehmcuma-diskus-aja-neh/#comment-37</link>
		<dc:creator>endah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 09:02:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://manikmaya.wordpress.com/?p=51#comment-37</guid>
		<description>yaaaaaaahhhhhhhhh.... so ?... what should I do?... this is you right?.. then?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yaaaaaaahhhhhhhhh&#8230;. so ?&#8230; what should I do?&#8230; this is you right?.. then?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di At Starbucks&#8230;(harga segelas kopi lebih mahal dari harga seliter minyak!) oleh Endah Istiqomah</title>
		<link>http://manikmaya.wordpress.com/2008/05/19/at-starbucksharga-segelas-kopi-lebih-mahal-dari-harga-seliter-minyak/#comment-36</link>
		<dc:creator>Endah Istiqomah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 08:31:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://manikmaya.wordpress.com/?p=21#comment-36</guid>
		<description>haha..sbnrna artikelna lumayan. tp photona merusak segala keindahan yg kulihat hari ini..
hahaha..
becanda dehh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>haha..sbnrna artikelna lumayan. tp photona merusak segala keindahan yg kulihat hari ini..<br />
hahaha..<br />
becanda dehh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di elegi.. oleh Endah Istiqomah</title>
		<link>http://manikmaya.wordpress.com/2008/09/15/untuk-neng-isti/#comment-35</link>
		<dc:creator>Endah Istiqomah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 07:49:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://manikmaya.wordpress.com/?p=81#comment-35</guid>
		<description>alah, meuni sebegitunya ma orang yag bernama isti..untung bukan aq..hhaa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alah, meuni sebegitunya ma orang yag bernama isti..untung bukan aq..hhaa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Indonesia&#8230;&#8217;Bersama Kita Binasa?!&#8217; oleh andreas iswinarto</title>
		<link>http://manikmaya.wordpress.com/2008/05/22/indonesiabersama-kita-binasa/#comment-29</link>
		<dc:creator>andreas iswinarto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 03:24:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://manikmaya.wordpress.com/?p=31#comment-29</guid>
		<description>Jejak Langkah Sebuah Bangsa, Sebuah Nation

Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, 
kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. 
Kalau dia tak mengenal sejarahnya. 
Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya,” 

-Minke, dalam Novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer- 
Dikutip Kompas di tulisan  pembuka liputan khusus Anjer-Panarukan 
  
Saya memberikan apresiasi yang besar kepada Koran Kompas dan juga kalangan pers pada umumnya yang secara intens dan kental mendorong munculnya kesadaran historis sekaligus harapan dan optimisme akan masa depan Indonesia.  Mempertautkan makna  masa lalu, masa kini dan masa depan. Ini nampak paling tidak  sejak bulan Mei secara rutin Kompas memuat tulisan wartawan-wartawan seniornya dan mungkin beberapa orang non wartawan kompas bertajuk 100 Tahun Kebangkitan Nasional . Patut diapresiasi pula liputan besar Kompas “Ekspedisi 200 Tahun Jalan Pos Anjer-Panaroekan”. 
  
Daniel Dhakidae yang juga menjadi salah satu penulis seri 100 Tahun Kebangkitan Nasional Kompas ini pernah mengatakan bahwa “sejarah bukan masa lalu akan tetapi juga masa depan dengan menggenggam kuat kekinian sambil memperoyeksikan dirinya ke masa lalu. Warisan tentu saja menjadi penting terutama warisan yang menentukan relevansi kekinian. Apa yang dibuat disini adalah melepaskan penjajahan masa kini terhdap masa lalu dan memeriksa kembali masa lalu dan dengan demikian membuka suatu kemungkinan menghadirkan masa lalu dan masa depan dalam kekinian”. (Cendekiawan dan Kekuasaan : Dalam Negara Orde Baru; Gramedia Pustaka Utama, 2003, hal xxxii) 
  
Dalam bukunya itu contoh gamblang diperlihatkan oleh Dhakidae, dimana  sebelum sampai pada bahasan masa Orde Baru ia melakukan pemeriksaaan wacana politik etis sebagai resultante pertarungan modal, kekuasaan negara kolonial, dan pertarungan kebudayaan antara Inlander vs Nederlander, antara boemipoetra dan orang Olanda. Baginya zaman kolonial menjadi penting bukan semata sebagai latarbelakang, akan tetapi wacana itu begitu menentukan yang dalam arti tertentu bukan saja menjadi pertarungan masa lalu akan tetapi masa kini. 
  
Kompas saya pikir telah mengerjakan ini dengan sangat baik dan saya mendapatkan pencerahan dari sana (o iya Bung Daniel adalah juga kepala litbang Kompas) 
  
Untuk meningkatkan akses publik ke seluruh tulisan-tulisan berharga ini, saya menghimpun link seri artikel Kompas bertajuk 100 Tahun Kebangkitan Nasional ini.  Sebelumnya saya juga telah menghimpun link seri liputan Kompas Ekspedisi 200 Tahun Jalan Raya Pos Anjer-Panaroekan : Jalan (untuk) Perubahan. 
  
Demikian juga saya telah menghimpun link-link ke artikel-artikel Edisi Khusus Kemerdekaan Majalah Tempo tentang Tan Malaka “BAPAK REPUBLIK YANG DILUPAKAN. Sebagai catatan tulisan tentang Tan Malaka juga ada di dalam seri tulisan Kompas seputar 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Apresiasi tinggi pula untuk Majalah Tempo. 
  
Akhir kata secara khusus saya menaruh hormat kepada Pramoedya Ananta Toer yang telah menjadi ‘guru sejarah’ saya melalui karya-karya sastra dan buku-buku sejarah yang ditulisnya. Saya pikir bukan sebuah kebetulan Kompas mengutip roman Jejak Langkah sebagai pengantar liputan khususnya, juga dari buku Pram Jalan Raya Pos, Jalan Daendels- “Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain”. 
  
Tidak lain juga sebuah penghormatan kalau tidak  pengakuan terhadap sumbangan Pram untuk negeri ini. Diakui atau tidak. 
  
Salam Pembebasan 
Andreas Iswinarto 
  
Untuk seri tulisan 100 Tahun Kebangkitan Nasional 
Kipling, Ratu Wilhelmina, dan Budi Utomo; Renaisans Asia Lahirkan Patriotisme Bangsa-bangsa; Semangat Kebangsaan yang Harus Terus Dipelihara; Menemukan Kembali Boedi Oetomo; Ideologi Harga Mati, Bukan Harta Mati; Pohon Rimbun di Tanah yang Makin Gembur; Mencari Jejak Pemikiran Hatta; Membangun Bangsa yang Humanis; Tan Malaka dan Kebangkitan Nasional; Kaum Cerdik Pandai, antara Ilmu dan &quot;Ngelmu&quot;; Masa Depan &quot;Manusia Indonesia&quot;-nya Mochtar Lubis, Menolak Kutukan Bangsa Kuli; Pendidikan dan Pemerdekaan; Kembali ke PR Gelombang Ketiga; Kebudayaan dan Kebangsaan; Musik Pun Menggugah Kebangsaan... 
  
Silah link ke 
http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/jejak-langkah-sebuah-bangsa-sebuah.html 
  
Ekspedisi Kompas 200 Tahun Anjer-Panaroekan 
http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/belajar-dari-sejarah-sebuah-jalan-200.html 
  
Edisi Kemerdekaan Tempo dan 12 buku online : Tan Malaka 
http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/tan-malaka-bapak-republik-revolusi.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jejak Langkah Sebuah Bangsa, Sebuah Nation</p>
<p>Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya,<br />
kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya.<br />
Kalau dia tak mengenal sejarahnya.<br />
Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya,” </p>
<p>-Minke, dalam Novel Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer-<br />
Dikutip Kompas di tulisan  pembuka liputan khusus Anjer-Panarukan </p>
<p>Saya memberikan apresiasi yang besar kepada Koran Kompas dan juga kalangan pers pada umumnya yang secara intens dan kental mendorong munculnya kesadaran historis sekaligus harapan dan optimisme akan masa depan Indonesia.  Mempertautkan makna  masa lalu, masa kini dan masa depan. Ini nampak paling tidak  sejak bulan Mei secara rutin Kompas memuat tulisan wartawan-wartawan seniornya dan mungkin beberapa orang non wartawan kompas bertajuk 100 Tahun Kebangkitan Nasional . Patut diapresiasi pula liputan besar Kompas “Ekspedisi 200 Tahun Jalan Pos Anjer-Panaroekan”. </p>
<p>Daniel Dhakidae yang juga menjadi salah satu penulis seri 100 Tahun Kebangkitan Nasional Kompas ini pernah mengatakan bahwa “sejarah bukan masa lalu akan tetapi juga masa depan dengan menggenggam kuat kekinian sambil memperoyeksikan dirinya ke masa lalu. Warisan tentu saja menjadi penting terutama warisan yang menentukan relevansi kekinian. Apa yang dibuat disini adalah melepaskan penjajahan masa kini terhdap masa lalu dan memeriksa kembali masa lalu dan dengan demikian membuka suatu kemungkinan menghadirkan masa lalu dan masa depan dalam kekinian”. (Cendekiawan dan Kekuasaan : Dalam Negara Orde Baru; Gramedia Pustaka Utama, 2003, hal xxxii) </p>
<p>Dalam bukunya itu contoh gamblang diperlihatkan oleh Dhakidae, dimana  sebelum sampai pada bahasan masa Orde Baru ia melakukan pemeriksaaan wacana politik etis sebagai resultante pertarungan modal, kekuasaan negara kolonial, dan pertarungan kebudayaan antara Inlander vs Nederlander, antara boemipoetra dan orang Olanda. Baginya zaman kolonial menjadi penting bukan semata sebagai latarbelakang, akan tetapi wacana itu begitu menentukan yang dalam arti tertentu bukan saja menjadi pertarungan masa lalu akan tetapi masa kini. </p>
<p>Kompas saya pikir telah mengerjakan ini dengan sangat baik dan saya mendapatkan pencerahan dari sana (o iya Bung Daniel adalah juga kepala litbang Kompas) </p>
<p>Untuk meningkatkan akses publik ke seluruh tulisan-tulisan berharga ini, saya menghimpun link seri artikel Kompas bertajuk 100 Tahun Kebangkitan Nasional ini.  Sebelumnya saya juga telah menghimpun link seri liputan Kompas Ekspedisi 200 Tahun Jalan Raya Pos Anjer-Panaroekan : Jalan (untuk) Perubahan. </p>
<p>Demikian juga saya telah menghimpun link-link ke artikel-artikel Edisi Khusus Kemerdekaan Majalah Tempo tentang Tan Malaka “BAPAK REPUBLIK YANG DILUPAKAN. Sebagai catatan tulisan tentang Tan Malaka juga ada di dalam seri tulisan Kompas seputar 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Apresiasi tinggi pula untuk Majalah Tempo. </p>
<p>Akhir kata secara khusus saya menaruh hormat kepada Pramoedya Ananta Toer yang telah menjadi ‘guru sejarah’ saya melalui karya-karya sastra dan buku-buku sejarah yang ditulisnya. Saya pikir bukan sebuah kebetulan Kompas mengutip roman Jejak Langkah sebagai pengantar liputan khususnya, juga dari buku Pram Jalan Raya Pos, Jalan Daendels- “Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain”. </p>
<p>Tidak lain juga sebuah penghormatan kalau tidak  pengakuan terhadap sumbangan Pram untuk negeri ini. Diakui atau tidak. </p>
<p>Salam Pembebasan<br />
Andreas Iswinarto </p>
<p>Untuk seri tulisan 100 Tahun Kebangkitan Nasional<br />
Kipling, Ratu Wilhelmina, dan Budi Utomo; Renaisans Asia Lahirkan Patriotisme Bangsa-bangsa; Semangat Kebangsaan yang Harus Terus Dipelihara; Menemukan Kembali Boedi Oetomo; Ideologi Harga Mati, Bukan Harta Mati; Pohon Rimbun di Tanah yang Makin Gembur; Mencari Jejak Pemikiran Hatta; Membangun Bangsa yang Humanis; Tan Malaka dan Kebangkitan Nasional; Kaum Cerdik Pandai, antara Ilmu dan &#8220;Ngelmu&#8221;; Masa Depan &#8220;Manusia Indonesia&#8221;-nya Mochtar Lubis, Menolak Kutukan Bangsa Kuli; Pendidikan dan Pemerdekaan; Kembali ke PR Gelombang Ketiga; Kebudayaan dan Kebangsaan; Musik Pun Menggugah Kebangsaan&#8230; </p>
<p>Silah link ke<br />
<a href="http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/jejak-langkah-sebuah-bangsa-sebuah.html" rel="nofollow">http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/jejak-langkah-sebuah-bangsa-sebuah.html</a> </p>
<p>Ekspedisi Kompas 200 Tahun Anjer-Panaroekan<br />
<a href="http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/belajar-dari-sejarah-sebuah-jalan-200.html" rel="nofollow">http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/belajar-dari-sejarah-sebuah-jalan-200.html</a> </p>
<p>Edisi Kemerdekaan Tempo dan 12 buku online : Tan Malaka<br />
<a href="http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/tan-malaka-bapak-republik-revolusi.html" rel="nofollow">http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/tan-malaka-bapak-republik-revolusi.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Ramadhan&#8230; oleh achfaisol</title>
		<link>http://manikmaya.wordpress.com/2008/09/09/ramadhan/#comment-28</link>
		<dc:creator>achfaisol</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 07:22:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://manikmaya.wordpress.com/?p=73#comment-28</guid>
		<description>terima kasih sharing info/ilmunya...

mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah...? untuk itu saya membuat tulisan tentang 
&quot;Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?&quot;

silakan berkunjung ke:

http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin...

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih sharing info/ilmunya&#8230;</p>
<p>mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah&#8230;? untuk itu saya membuat tulisan tentang<br />
&#8220;Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?&#8221;</p>
<p>silakan berkunjung ke:</p>
<p><a href="http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html" rel="nofollow">http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html</a></p>
<p>semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin&#8230;</p>
<p>salam,<br />
achmad faisol<br />
<a href="http://achmadfaisol.blogspot.com/" rel="nofollow">http://achmadfaisol.blogspot.com/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Toilet&#8230;I&#8217;m In Love! oleh puang07</title>
		<link>http://manikmaya.wordpress.com/2008/06/24/toiletim-in-love/#comment-27</link>
		<dc:creator>puang07</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 10:51:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://manikmaya.wordpress.com/?p=55#comment-27</guid>
		<description>salam dari bandung
blog http://puang07.blogdetik.com 
saya tutup because penulisnya di tugaskan ke pelosok daerah perbatasan indonesia papua nugini, untuk memcerdaskan masyarakat mengenai ekonomi kerakyatan, agar hidup mereka bisa sejahtera seperti yang tinggal di pulau jawa. trims atas kesediannya meling blog puang07, kalau ada kata yang mengganggu pikiran mohon kiranya di maafkan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam dari bandung<br />
blog <a href="http://puang07.blogdetik.com" rel="nofollow">http://puang07.blogdetik.com</a><br />
saya tutup because penulisnya di tugaskan ke pelosok daerah perbatasan indonesia papua nugini, untuk memcerdaskan masyarakat mengenai ekonomi kerakyatan, agar hidup mereka bisa sejahtera seperti yang tinggal di pulau jawa. trims atas kesediannya meling blog puang07, kalau ada kata yang mengganggu pikiran mohon kiranya di maafkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Toilet&#8230;I&#8217;m In Love! oleh puang</title>
		<link>http://manikmaya.wordpress.com/2008/06/24/toiletim-in-love/#comment-26</link>
		<dc:creator>puang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:36:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://manikmaya.wordpress.com/?p=55#comment-26</guid>
		<description>ternyata toilet itu pengaruhnya luar biasa, asal jangan menjadikan orang lain jadi toilet maksudnya membuang sampah pemikiran kepada orang lain, seperti yang di lakukan para politisi busuk di negeri ini

artikel terbaruku ....nurani (bukan nama partai apalagi judul sinetron)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ternyata toilet itu pengaruhnya luar biasa, asal jangan menjadikan orang lain jadi toilet maksudnya membuang sampah pemikiran kepada orang lain, seperti yang di lakukan para politisi busuk di negeri ini</p>
<p>artikel terbaruku &#8230;.nurani (bukan nama partai apalagi judul sinetron)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Toilet&#8230;I&#8217;m In Love! oleh esaifoto</title>
		<link>http://manikmaya.wordpress.com/2008/06/24/toiletim-in-love/#comment-25</link>
		<dc:creator>esaifoto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 09:55:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://manikmaya.wordpress.com/?p=55#comment-25</guid>
		<description>thanks ilmu toiletnya, kalau bisa usul lebih seruh kalau di tambah tulisannya mengenai sejarah manusia mempergunakan sungai/kali di jadikan toilet lengkap dengan fotonya orang lagi buang hajat sambil merokok dengan ekspresi merenungi nasib yang tidak mau pergi
http://esaifoto.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thanks ilmu toiletnya, kalau bisa usul lebih seruh kalau di tambah tulisannya mengenai sejarah manusia mempergunakan sungai/kali di jadikan toilet lengkap dengan fotonya orang lagi buang hajat sambil merokok dengan ekspresi merenungi nasib yang tidak mau pergi<br />
<a href="http://esaifoto.wordpress.com" rel="nofollow">http://esaifoto.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Toilet&#8230;I&#8217;m In Love! oleh esaifoto</title>
		<link>http://manikmaya.wordpress.com/2008/06/24/toiletim-in-love/#comment-24</link>
		<dc:creator>esaifoto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 09:02:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://manikmaya.wordpress.com/?p=55#comment-24</guid>
		<description>thanks ilmu toiletnya, kalau boleh usul lebih seruh kalau ada sejarah manusia menjadikan kali/sungai jadi toilet lengkap dengan fotonya kalau bisa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thanks ilmu toiletnya, kalau boleh usul lebih seruh kalau ada sejarah manusia menjadikan kali/sungai jadi toilet lengkap dengan fotonya kalau bisa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
