Sang Pemimpi


seminggu ini saya sedang mengkhatamkan novel sang pemimpi..(Novel Tetraloginya Laskar Pelangi). entahlah saking asyiknya baca terkadang saya lupa waktu, novel ini memang begitu cerdas mengeksplorasi sisi kemiskinan realitas keseharian masyarakat kita yang memang maseh terbelakang dalam dunia pendidikan..sedih campur aduk juga sie…ada rasa haru sekaligus juga semangat…

hehhe..jd inget mimpi saya sebenarnya..dulu waktu kecil saya bermimpi jadi pilot, mau jd seperti Habibie sie waktu itu. maklum habibbie adalah tokoh idola saat itu, Habibie adalah superidol. jd inget juga perjuangan untuk sekolah, bagi kami anak-anak kampung yang berusaha sekolah. dari segi fasiltas tentu saja jauh banget dari sekolah-sekolah kota. sekolah SD saya misalnya, sekolah yang ngak tau jelas kapan dibangunnya, merupakan sekolah dengan bangunan tua yang rapuh..atap sekolah dipenuhi debu pasir galunggung hasil letusan tahun 1981 (ngak tau seh tahun 1987 debunya maseh numpuk tuh di atap) kursi dan bangku sudah pada keropos, sekali duduk langsung ancur berantakan..buku paket pelajaran nyaris ngak ada, kalopun ada itu adalah buku bekas lama yang udah tua dan lapuk itu juga bekas gigitan tikuss,..Sekolah SD kami ada ditengah sawah yang kadang kala kalo hujan atau sawahnya sedang diolah jalan menuju kesana jd becek dan berlumpur..tak jarang atau pun seringkali aku ke sekolah hanya memakai sendal jepit. males juga kalo kaki belepotan dengan lumpur.

emang realiatasnya kaya gituh, padahal menurutku seh daerahku ngak kampung2 amat lah cuma setengah jam koq dari kota Garut..tapi aneh pemerintah serasa tidak peduli. bahkan sekali waktu pernah kami merasakan belajar dilapangan sekolah, gara-garanya sekolah kami kebakaran, waktu itu emang musim panen jd banyak jerami kering yang mengitari sekolah sd kami..ngak tau sapa yang bakar jerami yang jelas akhirnya Sekolah SD kami ikut terbakar, tiga kelas hancur lebur. jadi deh waktu itu aku yang maseh kelas 3 SD kalo ngak salah merasakan belajar dilapangan sekolah dengan tenda dan papan tulis ala kadarnya. kami duduk lesehan dilapangan..ada sedih sekaligus gembira seh bagi aku yg maseh belum ngerti kondisi saat itu. sedih karena kami belajar dengan tidak cukup nyaman,..gembira karena kami emang sudah lama merasakan sumpek dengan kelas kami, dan akhirnya tercapai juga sie renovasi sekolah yg kami harapkan itu. sumpe, emang bego tuh pemerintah, baru kalo udah kejadian kebakaran baru tanggap itu juga dengan dana seadanya yang aku yakin itu pasti dikorupsi. Ya..ya dengan uang seadanya dan partisipasi orang di kampungku 3 bulan kemudian kelasku sudah bisa berdiri lagi..bayangkan kami harus menunggu 3 bulan untuk dapat kelas baru, dan selama 3 bulan itu aku sama kawanku belajar dilapangan…tapi ada satu sisi yang aku banggakan saat itu bahwa kami masih memiliki semangat untuk belajar walau dengan keadaan serba terpaksa..mungkin karena Mimpi-mimpi besar kami masing-masing yang membuat kami terus bertahan dengan keadaan dan keterpaksaan.

waktu SMP ceritanya lain lagi,..memang rumahku lumayan jauh dari sekolah, dulu didaerah kami belum ada ojek yang ada hanyalah angkutan delman yang murah meriah, tiap hari aku ke sekolah naek delman..tapi tak jarang pula kalo lagi ngak punya duit  aku jalan kaki sejauh 8 km PP ke sekolah, ngak terasa cape dan lama karena banyakan, bahkan kalo lagi musim hujan jalan kaki itu lebih asyik, terutama pulang sekolah, emang aku suka sekali menikmati hujan. tak jarang pula aku nebeng pake sepeda bmx temenku. ya begitulah sekolah bagi kami anak-anak kampung memang sangat mahal, bukan hanya dari segi biaya tapi juga masalah tenaga..tapi rasanya perjuanganku tak sia-sia toh pada tahun pertamaku aku meraih juara pertama sekaligus juara umum SMP, senangnya bukan main, pengorbananku tak sia-sia..aku yang anak kampung jadi juara umum, dapat mengalahkan anak-anak lain yang notabene secara ekonomi cukup mapan dan anak-anak yang tidak memiliki keterbatasan seperti kami…Entahlah yang jelas Semangat dan mimpi besarkulah yang mengalahkan mereka..aku Memang sang pemimpi.

dan rasanya masih banyak mimpi-mimpiku yang lain yang saat ini sedang kucoba untuk wujudkan. semoga!

One thought on “Sang Pemimpi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s