Dunia dalam sepotong kabel…


Sebenarnya saya sudah lama ingin menulis tentang hal ini, tentang dunia yang semakin menyempit dan mengasingkan kita dengan realiatas, dunia yang terhubung dalam potongan-potongan kabel. ia ada, dalam maya, dalam pikiran yang tersambung melalui kabel-kabel elektris, dalam jagad yang penuh dengan bentuk-bentuk dan dinamika yang asimetris, menjelma bagai pusaran warna eksotis.

dunia yang menghubungkan antara imaji dan juga hakiki, dunia yang menjebak kita dalam bayang dan mimpi-mimpi. ah.. terkadang saya larut didalamnya, mengheningkan cipta dan lupa diri. haha..begitu mempesona memang, kita hadir dalam dunia yang penuh kebebasan ekpresi, menjadi seorang malaikat atau iblis, atau manusia sekalipun kita bebas berkreasi..toh tak akan ada yang melarang apalagi sebatas undang-undang. manusia makhluk cerdas, bahkan lewat sepotong kabel pun kita bisa eksis, menerobos ruang dan waktu yang kini mempunya batas tipis..

nyatanya dunia itu kadang menjadikan kita terlena dan lalu buta warna, hingga kita alpa akan dunia nyata. hehe..jd inget lagu Bang Haji..terlena judulnya ( rika…rika…hahhaha ), but is true..pesona maya itu luar biasa menjadikan kita nyaris mahkluk yang semakin nampak fana, terjebak dan rusak lalu teriak..dan jadi orang yang semakin kehilangan otak.

hahaha so sarkastik memang, tapi ini adalah realita yang saya perhatikan di sekeliling saya, dunia yang kecanduan akses serba instan, sehingga mengabaikan nilai-nilai perjuangan. tengok dan perhatikan orang yang kecanduan internet..(haha..termasuk saya ndiri), terutama yang kecanduan yang namanya chatting atau sms-an..senyam-senyum depan layar komputer atau hp, senyum kita terhadap mesin yang didalamnya beratus bahkan beribu kabel terkoneksi.

Dunia dalam sepotong kabel, begitu pentingnya kabel saat ini, sehingga kita nyaris mengalami semacam adiksi, adiksi terhadap benda mati. begitu pentingnya kabel bagi kehidupan kita saat ini hingga segala aspek hidup tidak pernah lepas darinya..mulai dr bangun tidur, mandi, beol (hup sory..hehe.) kerja, makan seks, hingga tidur lagi, kita tergantung terhadap kabel. kabel menjadi semacam bentuk lain dr ketidakmampuan manusia membebaskan dirinya sendiri. alih-alih membebaskan kabel justru menjebak kita dalam alineasi yang semakin lama dan semakin jauh menafikan nilai dan eksisitensi humanis kita. alienasi terhadap lingkungan fisik dan material yang menyebabkan kita larut dalam sebuah bentuk hidup baru yang hyperrealitas.

hyperrealitas kehidupan manusia pada akhirnya menjadi sebuah condite sine qu anon..bagi hancurnya peradaban manusia, dimana nilai-nilai moralitas kemanusiaan kini menjadi aus dan benar-salah menjadi sebuah hal yang tidak relevan. sejatinya kita mesti berpikir ulang untuk mendefinisi kehidupan kemanusian kedepan..so apakah masa depan kita masih ditentukan oleh kabel?hehe..Wallahualam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s