eksistensi


Aku bertemu dengannya kemarin disebuah ruang tanpa waktu. Dia menyapa lembut menarikku pada satu batas maya dan realita. Dia begitu sempurna, begitu cerdas membuatku takjub. Pertemuan yang menarik tak pernah terbayang sebelumnya

Bila kau rindu, pejamkan mata

Sebut namaku tiga kali

Aku hadir disisimu

Pencarianku belum selesai tapi satu sisi telah kutemukan, kehadirannya. membuatku hidup.

Dia hadir bukan sekedar mimpi, tapi melebihi imaji yang pernah terlintas.

Ruang yang terbatas, waktu yang terhenti sementara, mempertemukan aku dengannya untuk yang pertama dalam kehidupan saat ini

Menemukan dan ditemukan itulah kehidupan bergerak dari satu sisi ke sisi yang lainnya terkadang linear, dan terkadang siklis, terkadang juga zig-zag. Pada satu sisi itulah dialektika menembus ruang dan waktu yang bisu. Hitam dan putih adalah warna seperti kemilau jingga di merahnya senja .

Ketegaran sekaligus kelembutan, kecantikan dan kepintaran bersatu dalam satu sosok perempuan yang kehadirannya kutunggu sejak kelahiran.

Nyaris aku gila dengan kesadaran sepenuhnya bahwa dia Eksist dengan kebebasan dan keterikatannya pada dimensi .

mungkin saat ini aku berada di tepi dan telah kutemukan pantai harapan itu, tempatku menambatkan hidup. Pada suatu waktu perahu harus berlabuh.

Dan itulah pilihannya, kesadaranku menuntun pada keputusan untuk membebaskan diri dari suatu keterikatan pada ketakutan, kebencian,dan kesedihan. Menjadi Cinta, kedamaian dan kegembiraan

Seperti perjalanan Ibrahim dan juga Kierkard. Mencari tetapi ditemukan, menemukan tetapi dicari.Dalam rentang ruang, waktu dan juga dimensi. Pencarian sampai pada satu titik dan batas, dan bilakah transisi berakhir?, itulah saatnya engkau memilih dengan penuh kesadaran.

Dan perempuah itulah yang menuntunku ketepi lewat perjumpaan penuh makna di penghujung senja. Dialah Diva tempat Eksist dan Essens bertemu, berdialog dengan terbuka dan bebas, atas nama Cinta dan juga Keadilan.

Pembebasan adalah hakikat pertemuanku dengannya menjadi sama-sama setara dan juga berbeda. N Realy. Life is Beautiful! >>>

Sore itu aku kembali bertemu dengannya. Ketika ia menelpon sore hari ingin bicara denganku. Aku menghampirinya lembut, walau susah akhirnya memang ketemu :

<Mahesa_11> met sore

<Mahesa_11> kangen nih

<Perawan_Cinta> iya : )

* Perawan_Cinta bentar lagi balik Sa

<Mahesa_11> pulang ya

<Mahesa_11> kirain masih lama

<Perawan_Cinta> heeh

<Perawan_Cinta> tapi…buat kamuuuuuu ; p

<Perawan_Cinta> nggak pp deh

waktu itu relatif sepert relatifnya keinginan manusia terhadapnya, terkadang panjang terkadang pendek. Tapi hal itu juga relatif, toh semua kehidupan manusia relatif, yang pasti memang satu, Maut adalah Kepastian!!!, soal waktu, tunggu saja hingga saatnya tiba, pasti tiba.

Ruang, waktu, dimensi terhenti ketika kami bertemu seolah enggan mereka meninggalkan moment yang saat ini terjadi, seolah ingin menyimak dan menyaksikan pertemuan ini. Aku terpaku pada layar menyaksikan untaian kata yang kini berhamburan diantara kami hingga aku tersentak oleh pertanyaannya yang menusuk.

<Perawan_Cinta> kapan pertama kali jatuh cinta Sa?

<Mahesa_11> kelas satu smu

waktu kembali kebelakang, persis 4 tahun yang lalu. Pertemuan pertama yang mengguncang, saat debar pertama mendesirkan sumsum dan tulang. Menggelorakan darah dan memompa jantung kehidupan. Saat terkapar oleh senyuman..>

<Perawan_Cinta> : )

<Perawan_Cinta> umm sama kalo gitu

<Mahesa_11> yg bener2 jatuh cinta maksudku

<Perawan_Cinta> bertahan brapa lama cintanya

<Mahesa_11> nggak tahu sekarang udah nyampur rasanya

<Perawan_Cinta> nyampur gimana maksudnya?

<Mahesa_11> antara cinta dan benci

<Perawan_Cinta> knapa?

<Mahesa_11> aku tidak tahu apakah aku masih mencintainya.

Ruang seolah berputar, mencoba menghadirkan aku pada satu sisi, diam bisu tak bicara. Masih tergambar jelas sosok utuhnya, terutama binar matanya yang membawa cahaya kehidupan. Ruang dan waktu adalah sekeping mata uang pada sisi yang berlainan terkadang beroposisi, dan lebih banyak tunggal. Satu sisi melengkapi sisi yang lainnya. Terkadang berpencar dan mandiri. Menjadi keping-keping tunggal yang berbeda. Keping waktu dan keping ruang. Seperti Cinta dan Benci.

Apakah ada yang benar-benar tunggal?

Lebih sering setiap kehidupan adalah oposisi, dan mereka saling mengalahkan antara satu yang lainya menegaskan eksisitensinya dengan menegasikan lawannya

Cipaganti 2002

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s