Perempuan dalam cermin…


Perempuan itu pergi. Kemana langkahnya aku tak tahu. aku memang sempat cemburu dengan kebebasannya. tapi kemudian aku sadari aku tak berhak apa apa padanya. Dia bebas untuk menentukan pilihan kemanapun dia pergi, dengan siapa, dan apa yang dilakukan. Toh siapa aku baginya?. Aku hanya seorang teman dan hanya sebatas teman tidak pernah lebih dari itu. Dan bagiku saat ini cukup arif rasanya bila aku berteman tanpa pamrih.

Mungkin saat ini yang bisa aku lakukan hanya mencoba memahaminya. Dan bagiku itulah proses pembebasannya. Memahami!

Walapun terkadang harus diakui aku terkadang susah untuk memahami, dan pemahamanku terhadapnya terbatas pada apa yang nampak dan hadir di inderaku

Aku teringat kata-kata itu “ laki-laki adalah tanda seru!, perempuan adalah tanda tanya?”

Mungkin itulah yang kurasakan pada sosoknya tanda tanya dan misteri tersembunyi. Sulit untuk ditebak dan sulit untuk dipastikan. Terkadang dia kokoh, kuat dan teguh tapi pada saat-saat tertentu dia lembek, cengeng dan juga manja.

Entahlah seakan itu menyatu dan aku bias dalam menentukan.

Dia datang sesaat lalu pergi lagi. Dan hanya sesaat itulah yang bisa aku coba pahami darinya.

Seperti sore ini, dia datang menghampiriku dengan wajah lesu dan capai. Ia nampak letih, kulihat itu dari aura tubuhnya.

Aku coba menerka apa yang tengah terjadi padanya. Mungkin saat ini dia lagi sakit pikirku, atau mungkin dia sedang bingung. Atau,….atau,..

Ah itulah sulitnya bila aku menerka-nerka. Dia menghampiriku dan diam disampingku mematung tak bicara. Sorot matanya nanar. Aku pun hanya diam mencoba tak mau memulai percakapan dengannya. Sekitar sepulah menit lamanya kami sama-sama diam.

Aku sendiri menerawang, pikirku dipenuhi berbagai pertanyaan? Sungguh aku saat ini sulit untuk membedakan dengan dirinya yang kemarin kulihat di stasiun, saat kami mau berpisah. Dia tegar, kokoh, sorot matanya tajam menembus, dan ceria.

“aku pergi!, sampai jumpa besok” kata itulah yang kemarin dan saat ini dia ucapkan padaku dalam nuansa yang berbeda. Antara kebahagian dan kesedihan

aku kaget, dan juga bingung sekaligus. Hingga aku hanya diam mematung menyaksikan ia pergi meninggalkanku sore ini.

Pertemuan singkat itu kembali terulang pagi ini ditempat biasa kami bertemu. Kali ini aku datang menghampirinya mencoba menyapanya lebih dulu.

“hai!, kamu bagaimana kabarnya?baik?” dia menyapaku lebih dulu dengan senyum lebar dan hangat di mukanya. Aku terdiam…>>>

One thought on “Perempuan dalam cermin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s