I hate facebook, like I hate you yesterday!


* judulnya terinspirasi lagu MCR : I Don’t Love You

Facebook, Mungkin sebuah gurauan. Tapi banyak orang tenggelam dan larut di dalamnya. Menyibukan diri dan aktif, menjadi penghuni baru masyarakat digital yang tersambung dalam koneksi dan kohesi, seperti halnya masyarakat sosial di dunia nyata. Mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya, sebuah ide yang berawal dari rasa prustasi dan kecewa telah merubah dunia sedemikian rupa. Dunia yang tersambung dalam satu jejaring maya bernama Facebook. Revolusi teknologi informasi mengantarkan kita ke era itu, era sosial baru dimana pola sosial dan kekerabatan ditentukan oleh pola dan hubungan sosial yang terjadi di dunia maya, mungkin tidak terbentuk kelas sosial, hanya sedikit pembatasan yang membedakan antara yang friend dan unfriend. Kelompok sosial terbentuk berdasarkan minat dan hobi dan kadang memori di dunia nyata. Manusia Facebook atau masyarakat facebook mungkin telah melampaui harapan Habermas tentang masyarakat komunikasi. Masyarakat yang terbuka karena ruang publik (komunikasi) yang begitu luasnya terbuka di dunia maya. identitas bukan sebuah hal yang menjadi prioritas, dalam batas-batas tertentu anonimitas menunjukan superioritasnya.

Digital life : online sebagai gaya hidup

Bisakah anda hidup sehari tanpa facebook? Bisakah anda tidak ber-tweet seharian?. Bagi orang yang sudah keranjingan dunia maya jawabannya adalah tidak!. Kebutuhan untuk eksis dan kadang iseng menjadikan facebook sebagai candu baru, melebihi candu kita akan rokok bahkan ganja sekalipun. Kondisi alienasi (keterasingan) pada masyarakat modern menyebabkan gejala adiksi terhadap dunia anonim dan hyperreal. Kondisi dan realitas kehidupan nyata yang getir dengan segala misteri tentang takdir yang melingkupinya menjadikan facebook dan jejaring maya lainnya sebagai sebuah wahana ekpresif tempat berkeluh kesah dan menyiksa diri. Apakah semuanya seperti itu? Tidak!. Semuanya memang tergantung cara pandang dalam menyikapi dinamika kehidupan. Sebagai sebuah penemuan, facebook telah membuka cakrawala baru dalam kehidupan, khususnya dalam komunikasi. Ketersediaan informasi dan ekpresi yang ditawarkan dunia maya dengan segala anonimitasnya menjadikan facebook menjadi sarana favorit. Survey terbaru di Indonesia menunjukan bahwa facebook merupakan situs populer no 1 di Indonesia mengalahkan google. Hal ini menunjukan semakin berpengaruhnya situs ini bagi sebagian kalangan di Indonesia, dari hanya sekedar iseng, bernarsis ria, berbagi informasi yang penting atau bahkan ngak penting sampai sarana untuk mencari jodoh. What a life?. Pun apa yang terjadi pada twitter, Indonesia adalah pengguna twitter dengan tingkat penetrasi keanggotaan no 1 di dunia, makanya tak jarang trending topic yang muncul di twitter beberapa kali bertemakan hal-hal yang berbau Indonesia dari #arielpeterporn sampai #wasitgoblog, menjadi sebuah hal yang ironi memang hal-hal negatif tentang Indonesia justru yang muncul jadi topic pembicaraan utama Semua hal itu menunjukan bahwa kini gaya hidup online merupakan sebuah trend yang mewabah terutama di kalangan generasi muda dan kelas menengah kita. Apakah ini menjadi sebuah masalah?. Tergantung cara pandang kita menyikapinya dan para pelaku dalam hal ini para facebokers ato tweps menyikapi keberadaaan jejaring maya ini. Dalam sebuah kesempatan saya pernah menulis di status account facebook saya :..hei…facebook is just a joke, don’t be serious!. Hal ini saya tulis berkenaan dengan pandangan saya bahwa pada sisi tertentu facebook adalah sebuah humor bagi kita untuk hanya sekedar melepaskan ketegangan dan stres di dunia nyata. Tapi toh pandangan saya mungkin berbeda dengan orang lain, facebook dalam batas-batas tertentu kawan saya bilang, adalah representasi diri kita di dunia nyata. Toh menurutnya pembedaan antara nyata dan maya sekarang itu bias,..dalam kemajuan teknologi informasi dan komunikasi kita sekarang ini, antara nyata dan maya itu sudah merging, sudah menyatu. Jadi seperti kawan saya bilang, nikmatilah facebook, seperti halnya kamu menikmati fasilitas komunikasi lainnya seperti halnya handphone, email, ym dan sebagainya. Serius atau tidak tergantung kamu menyikapi dan untuk apa?. Apakah facebook representasi hidupmu di dunia nyata? tergantung seberapa besar kamu ingin merepresentasikannya…toh dalam masyarakat digital sekarang ini dimana gaya hidup online dalam batas-batas tertentu telah menjadi sebuah kebutuhan. So, be wise. Berhati-hatilah di dunia facebookmu. Kadang tidak hanya cukup menikmati, tapi sebagai sebuah bentuk kesadaran kita mesti waspada. Betapapun facebook sebagai sebuah bentuk entitas masyarakat komunikasi baru menawarkan kebebasan ekspresi dengan segala anonimitas yang ditawarkannya, toh tetap kita mesti menggunakannya dengan bijaksana. Banyak kasus lahir dari hanya sekedar iseng, narsis atau gurauan di facebook yang berakhir di pengadilan agama atau bahkan penjara di dunia nyata.😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s